#Twitalk, Live Talk Show Via Twitter Time Line
Posted by Ibnu Azis all, lifestyle, social media Friday, May 21, 2010“@Twitter we have timeline talkshow called #twitalk in Indonesia. Q & A pick the person from Twitter. So inspiring learn from the best!”
Itulah isi tweets dari @absolutraia beberapa jam lalu yang saya (@sherlomes) baca di Twitter real-time result ketika mengeklik hastag #Twitalk. Twitalk, dua suku kata. Twit dan Talk. Karena suku kata terakhir bermakna ‘bicara’ (talk), maka saya mengartikan secara sederhana.
Dalam bayangan saya, Twitalk layaknya sebuah hastag yang ditambahkan ketika tweeples sedang ramai membicarakan info atau berita terbaru seputar dunia Twitter di Twitter time line. Sehingga, ketika tweeples mengeklik hastag #twitalk, mereka akan dapat langsung mengetahui apa yang sedang terjadi di Twitter.
Namun, setelah mempelajari lebih jauh, Googling, Tweeting dan bertanya kesana kemari, ternyata apa yang saya banyangkan berbeda dengan makna serta subtansi dari Twitalk itu sendiri. Lantas apa sebenarnya Twitalk itu, apa tujuannya, siapa orang dibalik Twitalk dan bagaimana menikmatinya?
Adalah @pungkas (Pungkas Riandika) otak dibelakang hadirnya Twitalk. Dalam bio Twitter-nya tertulis; I love future updates & present changes. Hastaging for #adv #twitalk #BB #whatif. Jelas tertulis hastag #twitalk di bio-nya.
Jelas ini menandakan bahwa @pungkas adalah salah satu orang yang sering ‘mengkampanyekan’ Twitalk di Twitter. @pungkas dikenal getol di kalangan penguna (follower-nya) Twitter sebagai orang yang sangat aktif menyuarakan social media dan creative industry. Lantas apa latar belakang @pungkas menggagas Twitalk?
Dikutip dari blog resmi Twitalk, Twitalk’s Lounge, @pungkas menuliskan, Twitalk adalah sebuah program wawancara (live talk show) seorang tokoh via Twitter. Obrolan tersebut ringan dan ceria bersama nara sumber yang mampu membuka wawasan baru.
Twitalk bermula ketika @pungkas melihat potensi yang terbaca dari karakter hastag #FollowFriday dan kemudian berlanjut ke diskusi bersama rekan-rekannya di Twitter. @pungkas meminta persetujuan followers-nya untuk menjalankan konsep ini.
Setelah melalui beberapa pertimbangan, diskusi serta dialog (via Twitter tentunya), maka pada 23 April lalu lahirnya Twitalk. Dengan konsep tayang sekali dalam seminggu setiap Kamis jam 21.00 WIB, Twitalk hadir untuk kalangan tweeples di tanah air, sebagai media baru dalam memaksimalkan potensi Twitter yang (biasanya) hanya digunakan sebagai media ‘cuap-cuap’ saja.
Kemudian bagaimana dengan alur dari Twitalk itu sendiri? @pungkas menuliskan di Twitalk’s Lounge, program ini tidak ada bedanya dengan rundown talkshow atau acara bincang bintang yang sudah ada, yang membuatnya berbeda cuma medianya saja.
Bagian yang menantang adalah segala sesuatunya harus dibuat sedemikian rupa agar cocok dengan tradisi dan budaya yang ada di Twitter. Skenarionya sangat sederhana dan alurnya sangat mudah. Singkatnya akan seperti ini:
Pertama, Twitalk akan tayang seminggu sekali, setiap Kamis, jam 21.00 WIB. Pada Rabu malam (H-1), Twitalk akan mengumumkan satu nama tokoh yang akan diajak berbincang, sesaat setelah diumumkan, Twitalk akan melayangkan sebuah ‘lamaran’ kepada sang narasumber.
Sudah menjadi haknya bila ia yang terpilih itu menolak karena berhalangan atau tak sempat mengisi sesi, salah satu bagian yang menegangkan adalah menunggu dan berharap sang narasumber menerima ‘lamaran’.
Kedua, Agar para pemirsa sekalian dapat mengikuti acara bincang bintang ini, maka kita semua perlu mem-follow akun sang tokoh. Karena perbincangan tidak akan di RT (retweet). Selain follow akun tokoh, perbincangan masih bisa dinikmati dengan mengeklik hashtag #twitalk.
Dengan demikian Anda sudah bisa terjun menikmati acara Twitalk. Sebab, setiap dialog yang terjadi di Twitalk ketika acara telah dimulai, akan selalu disertai hastag #twitalk.
Ketiga, Twitalk akan memberikan 5 (lima) pertanyaan utama yang berhak dijawab. Pertanyaan tersebut 4 (empat) dari Twitalk dan 1 (satu) terakhir adalah seleksi dari twends (publik). Jadi Anda pemirsa Twitalk diwajibkan untuk aktif mengirimkan pertanyaan ke moderator (@pungkas) sebelum atau ketika Twitalk dimulai agar pertanyaannya terpilih.
Narasumber diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) kali reply untuk 1 (satu) pertanyaan. Sedangkan durasi atau waktu yang membatasi tayangan Twitalk tidak ada.
Keempat, tidak jarang @pungkas memberikan ‘bingkisan’ kepada pemirsa Twitalk atas andilnya dalam mendukung eksistensi acara Twitalk. Seperti pada Twitalk episode 3 (bintang tamu Daniel Rembeth - @danrem) @pungkas menyediakan sebuah gift berupa akun SocialScope untuk pengguna BlackBerry secara cuma-cuma.
Namun hadiah ini bukannya tanpa syarat, @pungkas memberikan ketentuan tersendiri ketika mengganjar si pemenang.
Kemudian bagaimana dengan proses ‘lamaran’? Untuk urusan lamar-melamar sepenuhnya menjadi tanggung jawab @punkas. Namun ketika tahap pemilihan tokoh di setiap episodenya, @pungkas selalu meminta pendapat kepada pemirsa
Twitalk untuk memberikan masukkan siapa tokoh yang akan menjadi bintang tamu. Seperti tweets @pungkas beberapa jam lalu di time line-nya:
“#twitalk minggu depan, ada masukan? @kark236 @si_pipiet”
Dan tidak sedikit yang memberikan masukan nama tokoh yang hendak ‘dipinang’ seperti salah satu tweets dari @kark236:
“@pungkas @si_pipiet #twitalk next week @masbutet / Butet Kartaredjasa aja ;)”
Sejauh ini Twitalk telah berjalan sebanyak 4 (empat) episode. Para bintang-tamu yang telah dilamar @pungkas dan bersedia hadir antara lain (urut dari episode 1-4) Triawan Munaf (@triawan), Sitta Karina (@sittakarina), Daniel Rembeth (@danrem), dan baru saja berlangsung semalam (Kamis 20 Mei) Ivan Lanin (@ivanlanin).
Para bintang tamu yang dihadirkan, selalu memberikan apreasi yang tinggi akan Twitalk. Mereka sabar dan melahap habis semua pertanyan yang diajukan oleh pemirsa Twitalk dengan melalui filter moderatornya (@pungkas) tentunya.
Seperti salah satu pertanyaan yang diajukan pemirsa (@sherlomes) di Twitalk semalam yang secara kebetulan dengan nara sumber Ivan Lanin (@ivanlanin) seorang Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia dan pendukung Creative Commons (bio):
“mas @pungkas ntip prtnyan di #twitalk, nurut @ivanlanin, dr kcamata seorang pakar bahasa, bhasa alay tu termasuk jenis bahasa atau tidak? Thx :)”
Dan narasumber (@ivanlanin) langsung menjawab:
“@sherlomes Bahasa alay secara linguistik termasuk slang atau argot http://bit.ly/9zVazN cc: @pungkas #twitalk”
Secara keseluruhan, Twitalk bisa dikatan sebagai media baru bagi kita para ‘nasabah’ Twitter dalam menambah informasi serta wawasan baru di semua bidang melalui perbincangan yang sangat singkat dan padat hanya 140 karakter.
Terobosan seperti ini belum pernah dilakukan di belahan dunia manapun (CMIIW) dan merupakan cara baru di dunia talk show hiburan dengan tradisi serta budaya Twitter.
Anda penggila Twitter yang belum pernah mengikuti Twittalk, mulai Kamis depan (21.00 WIB), stay tune di time line Anda. Follow @pungkas untuk mendapatkan informasi terbaru tentang Twitalk dan apa saja yang berkaitan dengan live talk show yang sedang naik daun ini.
Rasakan bedanya, nikmati alurnya, perhatikan setiap tweets yang muncul dari hastag #twitalk. Ikut aktiflah dalam ‘urun rembug’ memberikan masukan tokoh yang akan hadir di setiap episode Twittalk. Berikan @pungkas ide serta pertanyaan ‘gila’ yang akan diteruskan ke narasumber.
Dan yang terakhir, nikmatilah Twitalk, ikuti obrolan ringan, singkat, padat dan sering membuat penasaran di setiap tweets-nya yang dikemas hanya dalam 140 karakter. :)
Thanks to @pungkas for the source.













